Ternyata Ini 5 Hal yang Dialami Wanita Setelah Melewati Malam Pertamanya!

Posted on

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Penyedia Cloud Hosting Terbaik di Dunia

Mungkin belum banyak yang memahami, apa sebenarnya cloud hosting tersebut. Cloud hosting merupakan salah satu teknologi yang memiliki layanan berupa banyak server terhubung dan saling berinteraksi satu sama lain. Biasanya dibuat dengan tujuan untuk saling menjaga performa. Keunggulan layanan yang ditawarkan oleh cloud hosting ini terletak pada server yang terhubung akan menjamin keamanan pada data. Bahkan pengguna juga tidak perlu khawatir terhadap kinerja server yang tidak stabil maupun sumber daya terbatas yang ada pada layanan hosting tradisional, seperti shared hosting atau dedicated server.

Teknologi cloud hosting ini memungkinkan kita mempunyai resource yang tidak terbatas alias unlimited bandwidth, sehingga website pun memiliki trafik yang tinggi dan tetap stabil, bahkan bisa up dengan memakai resource unlimited tersebut. Setelah mengetahui beberapa keunggulan cloud hosting, sebaiknya Anda juga mengetahui beberapa perusahaan penyedia layanan cloud hosting terbaik yang ada di dunia. Mana sajakah?

Firehost
Penyedia layanan cloud hosting terbaik yang perlu diketahui ialah Firehost. Perusahaan ini memiliki data center yang ada pada lokasi di beberapa negara berbeda, seperti Inggris, Amerika Serikat, Singapura, dan Belanda. Setiap data center juga mempunyai beberapa sumber listrik dan sistem backup yang bisa digunakan untuk memastikan bahwa situs pelanggannya tidak akan down. Selain itu, keunggulan lainnya ialah dukungan customer service selama 24 jam/7 hari melalui telepon, chat, maupun email. Berbicara mengenai keamanan, Firehost memiliki fitur keamanan tingkat tinggi, walau pelanggan akan dikenakan biaya tambahan. Selain itu, firehost juga menyediakan beberapa fitur menarik lainnya, seperti proteksi malware, backup harian, keamanan jaringan berlapis, application monitoring, hingga unlimited firewall zones.

Hyve
Setelah Firehost, ada juga Hyve yang merupakan perusahaan hosting berbasis di Inggris. Perusahaan ini tidak hanya mempunyai data center di negara asalnya saja, namun juga memiliki dua data center di Amerika Serikat dan dua data center di China. Perusahaan ini menggunakan platform VMWare Secure Cloud dan menawarkan fitur keamanan seperti IPS dan perlindungan DDoS. Perlu diketahui bahwa Hyve menyajikan Cloud Hosting untuk situs WordPress. Kemudian database yang besar dapat disebar melalui multiple server dan file statis dapat ditampilkan melalui CDN.

SingleHop
SingleHop merupakan perusahan hosting berpengalaman yang berasal dari Amerika Serikat. Perusahaan ini memiliki tiga data center di Amerika Serikat dan satu data center di Belanda. Cloud server mereka menggunakan VMWare vCloud Suite dan dapat digunakan menggunakan sistem operasi Windows atau Linux.

Amazon EC2
Amazon EC2 memberikan pelanggan kontrol secara keseluruhan atas servernya. Kemudian server baru dapat dibuat secara instan dan langsung bisa digunakan dalam hitungan menit. Selain pelanggan dapat mengatur spesifikasi, melakukan upgrade dan downgrade secara mudah, Amazon EC2 menyediakan beragam fitur keamanan. Amazon EC2 mempunyai data center di sembilan lokasi di dunia: Tiga di Amerika Serikat, satu di Amerika Selatan, dua di Eropa, dua di Asia, dan satu di Australia. Amazon menjanjikan layanan cloud servernya ini memiliki waktu uptime di masing-masing wilayah sebesar 99,95%.

RackSpace
RackSpace mempunyai reputasi yang sangat baik sebagai penyedia layanan Cloud Hosting di dunia. Layanan dari penyedia cloud hosting ini bisa digunakan untuk men-host aplikasi dan situs. Performa dan stabilitas sangat baik. Saat ini RackSpace memiliki tiga data center di Amerika Serikat, satu di London, satu di Hong Kong, dan satu lagi ada di Sydney.

Itu tadi beberapa penyedia cloud hosting terbaik di dunia saat ini. Sebenarnya untuk di Indonesia sendiri, sudah ada banyak perusahaan hosting yang menawarkan layanan Cloud Hosting, salah satunya Jagoanhosting.com. Anda bisa mendapatkan beragam pilihan paket cloud hosting murah dan cloud hosting terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.

Pengertian Cloud Hosting

Cloud Hosting adalah sekumpulan dari server-server yang ada didalam jaringan besar atau semacam network peer, kebanyakan menggunakan teknologi SAN (Storage Area Network) sehingga memiliki keuntungan dalam hal redundansi data yang baik ketimbang server-server stand alone.

Aspek lain yang patut dicatat adalah bahwa Cloud Hosting memungkinkan Anda untuk mengelola beban puncak dengan lebih mudah, tanpa menghadapi masalah kekurangan bandwidth dan mengurangi kemungkinan terjadinya downtime saat terjadi kerusakan pada server karena server lain dapat menyediakan sumber daya tambahan.

Hal ini dimungkinkan karena situs web tidak mengandalkan hanya satu server, melainkan sekelompok server yang bekerja sama yang disebut sebagai “awan (cloud)”.

“Jika Anda mencari contoh siapa yang sudah menerapkan cloud hosting, maka Google akan menjadi contoh paling mudah. Mesin pencari Google menempatkan sumber dayanya ke ratusan cloud hosting. Hal ini membuat Google belum pernah mengalami downtime selama dekade terakhir ini.”

Cara Kerja Cloud Hosting
Setiap server di jaringan cloud hosting memiliki satu set tugas tertentu. Saat terjadi gangguan pada satu server, maka server lain akan menggantikan server yang gagal tersebut dan menyediakan sumber daya yang diperlukan. Hal yang sama juga terjadi dalam kasus overloading (kelebihan beban). Untuk memastikan cloud hosting bisa berfungsi baik, diperlukan hardware server berkualitas tinggi agar mampu menjalankan berbagai tugas tersebut.

Kelebihan Cloud Hosting
• Cloud hosting yang memiliki jaringan server akan memiliki waktu “uptime” lebih baik dibandingkan dedicated server yang hanya memiliki satu server.

Kekurangan Cloud Hosting
• Harga yang lebih tinggi dibandingkan dedicated server karena membangun jaringan cloud hosting dengan beberapa server yang berkualitas tinggi.

Pengertian Cloud Computing

Beberapa waktu lalu saya mengikuti seminar tentang cloud computing dan cara membuat cloud computing. namun hanya sedikit pengertian tentang cloud computing yang saya ingat. yang saya tangkap dari seminar tersebut hanya cloud computing itu tempat penyimpanan data pada internet. setelah saya mencari di beberapa artikel yang membahasnya berikut penjelasan tentang cloud computing

Cloud computing secara kata bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat berbunyi “Komputasi Awan”, namun sampai saat sekarang ini “mungkin” belum memiliki definisi ilmiah ataupun pengartian pokok yang jelas kecuali sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet) dimana terdapat beragam aplikasi maupun data dan media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam – mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan.

Lalu apa kelebihan Cloud computing?
Server konvensional akan di batasi oleh jumlah core processor, harddisk dan memory. Dengan keterbatasan fisik yang ada maka kita tidak mungkin membebani sebuah server konvensional dengan beban maksimal. Jika resource / sumber daya habis, maka biasanya kita harus menginstall ulang seluruh aplikasi dan data di server yang kapasitasnya lebih besar dan memigrasi semua aplikasi yang ada ke server yang baru. Ini akan membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menyiapkan sebuah server baru, itupun kalau tidak ada masalah.
Yang menarik dari Cloud Computing berbeda dengan server konvensional terutama

Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.
Tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.
Tidak ada batasan dengan berapa jumlah “hosting” server yang berjalan di belakangnya.
Menambahkan sebuah “hosting” hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. Butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk menyiapkan server kosong / baru untuk dapat berintegrasi ke jaringan cloud.
Cara kerja Cloud Computing
Mekanisme akses ke cloud computing “mungkin” dapat dijalankan secara beraneka ragam – mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir , dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.

Beberapa contoh konsep Cloud Computing
Cloud computing sebenarnya bukanlah hal yang baru , sebenarnya kita sudah menggunakan konsepnya namun belum berkembang sampai saat ini. Berikut contoh penggunaan konsep pembuatan kerangka kerja komputasi secara online :
Sebuah portal internet yang memiliki berbagai fasilitas layanan umum (aplikasi) mulai dari surat elektronik (e-mail), forum diskusi) sampai dengan penyimpanan dokumen dengan media penyimpanan yang sangat luas sampai pada mekanisme berbagi dokumen (seperti 4shared, indowebster, mediafire dll), layanan blog dsb. Kesemuanya disediakan dalam sebuah tempat.
Layanan Software as a Service atau SaaS dari berbagai vendor teknologi informasi terkemuka – mulai dari layanan pemindaian virus secara online hingga layanan pemindaian spam, dsb.
artikel pada IT-jurnal ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai layanan Cloud computing dimana anda dapat mengakses dan mempergunakan secara bersamaan.
Aplikasi Point of Sale atau POS pada kasir pasar swalayan dengan metode Terminal Service juga dapat dikategorikan dasar-dasar Cloud Computing.
Cloud computing dapat berkembang disebabkan oleh segi “kemudahan” penggunaan dimana pengguna akhir dengan “cukup relatif” mudah menggunakan media LAN atau Internet melalui browser untuk mengakses dan berkolaborasi secara bersamaan tanpa melalui proses yang “cukup” rumit.

Public Cloud dan Private Cloud

Cloud Computing tidak harus menggunakan Internet public. Teknologi ini dapat di operasikan di LAN di IntraNet.
Cloud Computing di infrastruktur Internet biasa di sebut public cloud. Cloud Computing di LAN / IntraNet biasa di sebut private cloud.
Tampaknya kebanyakan enterprise / corporate di Indonesia lebih suka menggunakan private cloud karena lebih aman dan performance lebih baik karena sambungannya menggunakan LAN.

sekian penjelasan tentang pengertian Cloud computing atau Komputasi awan, jika ada kekurangan atau pertanyaan silahkan komentar dibawa. semoga artikel diatas dapat membantu anda dalam memahami Cloud computing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *